Aplikasi Chatting Persona Karya Anak Bangsa Siap Mendunia



Apakah nama “Habibi” ditakdirkan menjadi orang pintar dalam hal teknologi? Sebut saja nama  Habibi (BJ. Habibi), yang ada dalam ingatan kita merupakan seorang teknokrat ulung kelas dunia yang dimiliki Indonesia.

Kini ada satu lagi anak muda Indonesia yang bernama Habibi atau nama lengkapnya  “Habibi Rizqi Ramadhan”, yang juga  memiliki kepintaran. Jika Habibi (BJ.Habibi) memiliki keahlian di bidang kedirgantaraan, Habibi yang satu ini memiliki kepintaran di bidang  aplikasi dan Teknologi Informasi (IT).

Jika Jepang mempunyai  LINE, Korea punya KakaoTalk, China punya WeChat, Kanada punya BBM, dan Amerika  punya WhatsApp. Maka anak muda berdarah Minangkabau kelahiran Jakarta 7 Maret 1993 silam ini bersama dengan partnernya yang bernama Asyraf Duyshart  berhasil menciptakan aplikasi chatting  media sosial yang diberi nama “Persona”. Sebelumnya bernama (Solutalk). Aplikasi ini dapat di akses melalui Android maupun iOS.

Yang mendasari serta memicu Habibi dan Asyraf menciptakan aplikasi chatting  ini adalah besarnya pengguna media sosial di Indonesia, (bahkan terbesar di dunia). Sementara kita belum punya aplikasi yang merupakan karya asli (ciptaan) Indonesia.

"Saya merasa tertantang untuk membuat aplikasi chatting ini karena Indonesia merupakan pengguna media sosial terbesar di dunia. Jika negara Jepang mempunyai  LINE, Korea punya KakaoTalk, China punya WeChat, Kanada punya BBM, dan Amerika  punya WhatsApp, maka selama ini kita hanya bisa sebagai konsumennya saja. Atas dasar inilah saya sebagai anak bangsa merasa tertantang untuk menciptakan aplikasi yang paling diminati di seluruh dunia, yaitu aplikasi Chatting," ujar Habibi Rizqi Ramadhan saat dijumpai di kawasan Setiabudi Jakarta baru-baru ini.

Berdasarkan sebuah survey dari 30 negara di dunia, Indonesia merupakan  negara yang paling lama menggunakan gadget, yaitu 9 jam dengan 6 jam sebagai waktu rata-rata. Sedang aktivitas chatting dan media social  paling sering dilakukan oleh para remaja kita. Ketika ditanya oleh media tentang apa perbedaan temuannya (Persona) dengan media yang sama yang telah lebih dulu ada serta berapa lama prosesnya,? Habibipun menjawab;

"Perbedaan aplikasi persona dengan aplikasi chatting lainnya adalah kami memiliki dual ID, real ID dan alter ego ID. Pertama real ID untuk mengobrol dengan teman teman yang sudah kamu kenal. Kedua sesuai dengan tagline Persona, Temukan teman baru sesuai dengan keinginan kamu. Dengan memiliki alter ego ID, kita dapat memasuki Persona World. Karena anonymous maka mencari teman baru, tidak dilihat dari foto cantik atau ganteng. Namun  berdasarkan interest. Misalnya saja kamu ingin mencari teman yang memahami cinta karena kamu mengalami galau. Kamu bisa menggunakan fasilitas pencarian berdasarkan interesting dengan kata kunci, “Cinta”. Lalu kamu dapat mengobrol dengan Dokter Cinta untuk mengetahui rahasia move on. Tujuan utama dari fitur ini adalah obrolan lebih mengarah kepada hal yang bermanfaat dan menyenangkan karena memiliki kesamaan dalam hobi, pengetahuan maupun impian. Sedang proses pembuatanya kurang lebih memakan waktu 4 bulan, ” Terang Habibi lebih lanjut.

Selain fitur “Persona World” Asyraf Duyshart menciptakan fitur baru yang belum ada di aplikasi lain yang diberi nama “Emojivator”.

"Kami menciptakan fitur yang bernama Emojivatar. Pengalaman baru berinteraksi dengan teman kamu. Ekspresikan wajah dan emosi kamu sebagai Avatar. Pengguna tidak hanya menggunakan Emojivatar yang sudah kami berikan namun dapat menggunakan Custom Emojivatar. Caranya adalah selfie wajah lucu kamu dengan berbagai ekspresi sehingga chatting lebih terasa dekat dengan teman kamu," ungkap Asyraf.


"Aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan untuk iOS dan Android. Melalui kicauan twitter @Personatalk:, Mohon dukungan kami untuk beta release dengan subscribe email di PersonaTalk. Insya Allah versi beta, kami rilis dalam 4 bulan kedepan yang akan kami berikan kepada subscriber” terang Asyraf

Source : here
[Read More...]


Google Buka Kantor di Indonesia



Sumber-Berita.com - Perusahaan yang populer dengan search engine-nya, Google, secara resmi hadir di Indonesia. Dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat (30/3), Google tak lupa memperkenalkan Rudy Ramawy sebagai Country Head untuk Google Indonesia. Melalui peresmian ini, Google berharap dapat membawa berbagai layanannya lebih dekat lagi dengan pengguna internet di Indonesia, dan meningkatkan perannya dalam mengembangkan ekosistem internet dan membantu bisnis lokal untuk go online.

"Google hadir untuk mempermudah pengguna mencari info dengan cepat dan tepat, memastikan pengguna senang, dan memberi kesempatan bagi banyak orang untuk mengembangkan bakat," ujar Rudy. Beberapa fitur lokal seperti Google Maps Indonesia (termasuk fitur Traffic Jakarta), pencarian melalui suara dalam bahasa Indonesia, Google terjemahan, dan juga toko Chrome Web Store telah dikembangkan. Tim Google Indonesia juga akan meningkatkan kerjasama dengan para pengusaha lokal dalam menjalankan berbagai program, yaitu Bisnis Lokal Go Online yang meluncur Januari lalu. Lewat program ini, Google ikut menggandeng beberapa mitra lokal seperti Bakrie Connectivity, APTIKOM, Melsa, dan Multiply.com untuk bersama-sama membantu Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Kami melihat dunia online di Indonesia sedang berkembang pesat. Karena itu, kami antusias memperkenalkan tim di Jakarta. Besar harapan kami tim Google Indonesia dapat turut berkontribusi bagi kesuksesan perusahaan-perusahaan di Indonesia, termasuk UKM," pungkas Julian Persaud, Managing Director Google Southeast Asia. Bagi Anda yang punya mimpi bergabung dengan salah satu perusahaan terbesar di dunia ini, Google Indonesia dikabarkan tengah membuka lowongan pekerjaan. Sayang, pihak perusahaan masih merahasiakan dimana tepatnya letak kantor mereka di Jakarta.
[Read More...]


Cyber Crime Menggurita, DPR Kebut UU Tindak Pidana TI



Indonesia masih dibayangi kejahatan dunia maya yang merugikan banyak kalangan. Terlebih sebelumnya, Indonesia masuk lima besar negara dengan cyber crime tertinggi, namun sejak tahun 2011 posisi Indonesia sudah mulai bergeser.

"Indonesia sempat menduduki posisi 5 besar cyber crime tertinggi di dunia, sejak 2011 lalu peringkat itu berangsur ditinggalkan," ujar anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo saat berbincang dengan detiksurabaya, di Jatim Park II, Kota Batu, Sabtu (24/3/2012).

Roy -- yang juga politisi dari Partal Demokrat ini menilai, kondisi cyber crime yang ada di Indonesia memaksa pihak terkait untuk menyediakan aturan hukum lebih pas.

Untuk itu, DPR kini tengah menggarap UU Tindak Pidana Teknologi Informasi (Tipiti) untuk memberikan perlindungan kepada pengguna internet, kartu kredit dan penggiat transaksi elektronik lainnya. Sebab, mereka menjadi sasaran utama cyber crime saat ini.

"Kejahatan carding atau pembobolan kartu kredit masih marak di Indonesia. Harapan kami dengan regulasi baru benar-benar memberikan jaminan keamanan bagi penggunanya melalui undang-undang tindak pidana teknologi informasi," ungkapnya.

Menurut Roy, telah banyak masyarakat Indonesia memiliki kemampuan di bidang TI merupakan dampak pesatnya perkembangan teknologi. Namun belum mendapatkan perhatian serius sehingga memilih hengkang meninggalkan negaranya.

"Di sisi lain, pelaku kejahatan cyber masih berkeliaran dan merugikan orang lain," tuturnya. Sementara, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Telekomunikasi Nomor 36 Tahun 1999 dianggap belum kuat menjerat pelaku kejahatan TI.

Karena itu, lanjut dia, Komisi I selaku pihak yang membidani urusan TI dan telekomunikasi di DPR mengusulkan UU Tipiti untuk melengkapi kekurangan dari dua regulasi di atas.

Draft rancangan UU itu sendiri telah ditawarkan kepada pemerintah untuk menyamakan pandangan di dalamnya sehingga dalam waktu dekat bisa segera disahkan.

"Sudah kita kirim kepada pemerintah draf RUU itu, tinggal menunggu pengesahan nanti," Roy menandaskan.
[Read More...]


Para Pakar Internet dari Seluruh Negara akan Menyerbu Bali



Bali akan diserbu para pakar terkait keamanan internet dari berbagai negara. Ini sebagai imbas dari dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah konferensi keamanan internet tingkat dunia.

Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) selaku penyelenggara pun telah dibuat sibuk dari sekarang. Selaku single point of contact keamanan internet di Tanah Air, Id-SIRTII mengaku siap menggelar konferensi keamanan internet tingkat internasional.

Konferensi ini sendiri rencananya akan dihadiri 22 negara dan akan berlangsung pada 25-28 Maret 2012 dengan mengangkat tema umum 'Cleaning the Cyber Environment'.

Disebutkan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gatot S Dewabroto, tahun ini memang giliran Indonesia menjadi tuan rumah.

Menurutnya ini adalah suatu kesempatan bagi Indonesia sebagai negara yang perkembangan internetnya terbilang masih fase awal namun memiliki potensi besar.

"Ini lebih dari sekadar milestone kegiatan bagi Id-SIRTII tapi juga sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pembinaan pemerintah terhadap industri internet Indonesia," kata Gatot.

Adapun pembahasan yang dijadwalkan antara lain mengenai cara membersihkan jaringan lokal dari ancaman keamanan, framework kolaborasi tingkat dunia untuk membersihkan jaringan internet global yang akan dipresentasikan oleh sejumlah pakar keamanan internet tingkat dunia.

Id-SIRTII sendiri berharap ajang ini bisa membuka kesempatan bagi para penggiat industri internet Tanah Air agar bisa belajar dan memperoleh transfer pengetahuan langsung yang bermanfaat bagi perkembangan internet di negeri sendiri.
[Read More...]


Protested, Ratification bill on the Senate SOPA Lost Voice




U.S. Senate leader of the Democratic Party, Harry Reid, said it would postpone the vote to pass the bill SOPA (Stop Online Piracy Act). The plan, voting will be held in the U.S. Senate on Tuesday (24/01/2012).

Following protests by the company-technology company, plans a vote was postponed until an undetermined time limit. Lamar Smith, Republican leader of the Judicial Commission in the House also said the ratification bill and PIPA SOPA will be postponed until a new agreement concerning the contents of the bill.

"I have heard from the critics and I am concerned about this bill. We need to revisit and approach to find the best way to overcome the problem of piracy," said Smith.

Previously, the bill SOPA and PIPA is drawn protests from tech companies in the U.S.. As a form of protest, Wednesday (18/01/2012) then, they take action SOPA Blackout Day, the action of the leading sites to shut down for 24 hours. This action involves big names like Facebook, Twitter, Wikipedia, and Google.

In the action, a number of names which sponsored the formation of this bill states retreated, including members of the senate Roy Blunt, Chuck Grassley, Orrin Hatch, John Boozman, and Marco Rubio. They withdrew support for the bill SOPA and PIPA.

Pros and cons

The bill delays pengesahaan SOPA and automatic pipe to criticism from the stronghold of the entertainment world, including Hollywood films businessman and member of the senate who still support this bill. Chris Dodd, Chief Executive of the Motion Picture Association of America and a former Democratic senator said, stalling legislation is the trigger of a criminal act.

"As a consequence of the failure of the Senate to crack down on piracy, the Internet will continue to be a safe haven for foreign thieves," said Dodd.

Meanwhile, a spokesman for Facebook actually support this delay.

"We appreciate the Senate who has listened to community concerns, and we are ready to provide solutions to the piracy and copyright infringement without eliminating freedom of expression and without threatening economic growth and innovation on the Internet," said a spokeswoman for Facebook.

What is the best solution?

SOPA and PIPA's bill should not stop at the pros and cons. This bill should result in something that carried the original, namely combating online piracy without threatening the freedom berekspreasi. This opens up a new discussion about the limits of something considered to violate copyright. Designer of the law, technology companies, entertainment and business people should sit together to resolve this problem.

"It's a good start for discussion, and we are very open to it," said Tiffiniy Cheng, co-founder of Fight for the Future, a nonprofit organization that helped organize protests against the SOPA and PIPA.

Sen. Roy Wyden also said, SOPA and PIPA will overhauled to meet the same purpose. But, of course, without threatening life on the internet.
[Read More...]


Wikipedia dan Mozilla Banjir Kunjungan




Aksi blackout (pemadaman) Wikipedia menarik perhatian banyak orang untuk berkunjung ke situs ensiklopedia bebas terbesar di dunia itu. Hal sama dialami Mozilla.

Pengunjung agaknya penasaran melihat tampilan dan teks yang tercantum di Wikipedia terkait Rancangan Undang-Undang Anti-Pembajakan di Amerika Serikat, yang sekarang menjadi kontroversi.

Rancangan undang-undang (RUU) yang dimaksud ada dua, yaitu Stop Online Piracy Act (SOPA) atau RUU Anti-Pembajakan Online) dan Protect Intellectual Property Act (PIPA) atau RUU Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Keduanya masih dalam proses legislasi.

Menurut lembaga riset Zscaler, saat Wikipedia menutup layanan bahasa Inggris pada Rabu (18/1/2012) selama 24 jam, orang-orang dari seluruh dunia berbondong mengunjungi situs tersebut.

Halaman yang paling banyak dikunjungi adalah Wikipedia: SOPA Initiative/Learn More yang naik 365 persen, sedangkan halaman lain yang terkait dengan SOPA naik 77 persen.

Namun, Zscaler mencatat, kebanyakan orang hanya berkunjung sebentar ke halaman Wikipedia. Mungkin, mereka hanya penasaran dengan tampilan muka Wikipedia saat aksi blackout.

Pihak Wikipedia pun mengeluarkan data kunjungan. Halaman SOPA dan PIPA diakses sebanyak 162 juta kali selama aksi blackout.

Mozilla jangkau 40 juta orang

Seperti dikutip dari CNet, situs Mozilla juga dibanjiri pengunjung pada masa protes itu. Menurut Alex Fowler, pimpinan kebijakan dan privasi di Mozilla, kampanye yang digelar Mozilla menjangkau 40 juta orang.

Dari mana 40 juta orang itu? Fowler mengatakan, 30 juta-nya berasal dari pengguna di AS yang memakai halaman default Firefox.

Sisanya berasal dari pesan yang dikirimkan Mozilla lewat banyak jalur, termasuk di media sosial, seperti Facebook dan Twitter, yang menjangkau lebih dari 20.000 orang.

Efek kampanye itu cukup menarik, ada sekitar 360.000 e-mail yang dikirimkan ke Senat dan anggota Kongres Amerika Serikat.

Selain itu, 1,8 juta orang disebut mengunjungi mozilla.org/sopa untuk mempelajari undang-undang anti-pembajakan tersebut. Ada pula sekitar 600.000 orang menyambangi halaman "Strike Against Censorship" dari Electronic Frontier Foundation.

Kampanye serupa juga dilakukan oleh Google yang mengarahkan penggunanya ke petisi penolakan. Sekitar 7 juta pengguna menandatanganinya.
[Read More...]


Congress to vote NO on PIPA and SOPA before it is too late



Congress is about to pass internet censorship, even though the vast majority of Americans are opposed. We need to kill the bill to protect our rights to free speech, privacy, and prosperity.

The Senate will begin voting on January 24th. Please let them know how you feel. Sign this petition urging Congress to vote NO on PIPA and SOPA before it is too late.

You can vote at :

1. Google

2. Mozilla

3. American Censorship


[Read More...]


Megaupload dapat di akses




Setelah survey di halaman google mengenai "tidak dapat di akses nya megaupload.com" krn alasan bahwa di situs tersebut banyak ditemui konten-konten bajakan yang melanggar hak atas kekayaan intelektual.

Kelompok Anonymous, melalui akun Twitter-nya , menyebutkan Megaupload sudah online kembali. Namun, kali ini tidak menggunakan alamat http://www.megaupload.com, tetapi dengan "tembak langsung" ke nomor IP http://109.236.83.66

Pada halaman tersebut, terdapat tulisan:
WE DON'T HAVE ANY DOMAIN NAME FOR NOW, ONLY THIS IP ADDRESS (http://109.236.83.66) BEWARE TO THE PISHING SITES!
This is the NEW MEGAUPLOAD SITE! we are working to be back full again

Berdasarkan informasi tersebut, sepertinya Megaupload sedang berusaha agar bisa online kembali..Kita tunggu kabar selanjutnya..


[Read More...]


Megaupload tidak dapat di akses. Mengapa ?




FBI Tutup Megaupload

Walaupun Rencana Undang-undang SOPA dan PIPA belum diresmikan menjadi Undang-undang FBI melakukan langkah berani dengan menutup situs cyberlocker Megaupload. Penyelidik federal menuntut Megaupload karena menyimpan file-file ilegal dengan potenti kerugian sebesar $500 juta.

Saat ini Megaupload tercatat memiliki 150 juta pengguna dan dikujungi 50 juta pengunjung perhari. Tindakan FBI ini dirasa sungguh berani apalagi waktunya berdekatan dengan protes besar-besaran yang dilakukan website-website di Internet atas RUU SOPA dan PIPA.

Atas tindakan berani FBI ini, kelompok hacker terkenal Anonymous langsung melakukan tindakan balasan dengan menyerang situs milik departemen kehakiman Amerika Serikat DoJ.gov, RIAA, Universal Music Group, MPAA.org, copyright.gov, BMI dan masih banyak lagi. Nampaknya Anonymous benar-benar mengamuk saat ini karena menurut sebuah sumber operasi ini adalah operasi DDoS terbesar yang pernah dilakukan oleh Anonymous dengan melibatkan lebih dari 5600 DDoS zealots sekaligus.

Megaupload tdak dapat di akses. Mengapa ?

Saia mencoba mengakses megaupload.com tpi , sudah tidak bisa di akses lg..

sprti ini yg muncul.

HTTP Error 504: Gateway Timeout


The server, while acting as a gateway or proxy, did not receive a timely response from the upstream server it accessed in attempting to complete the request.




[Read More...]


iPad 3 Sudah Diproduksi dan Hadirkan LTE?




Beberapa waktu lalu beredar rumor yang menyebutkan, Apple berencana merilis iPad 3 pada akhir Februari tahun ini. Terkini, sebuah laporan baru dari Bloomberg, mengklaim generasi tablet Apple berikutnya sudah diproduksi di China dan memiliki kemampuan Long Term Evolution (LTE).

Laporan tersebut menambah rentetan panjang tentang rumor generasi terbaru iPad berikutnya. Bahkan selain LTE, dalam laporan ini juga ditambahkan iPad 3 akan memiliki layar yang lebih mengesankan daripada TV dan grafis video lebih cepat.

Dilansir Emirates 247, Senin (16/1/2012) harian China mengabarkan berita, Apple bergegas memproduksi iPad 3 dengan harapan dapat segera merilisnya pada 23 Februari, menjelang ulangtahun Steve Jobs, 24 Februari mendatang. Selain itu, asisten suara virtual yang meraih popularitas lewat iPhone 4S yakni Siri juga kabarnya akan hadir pada perangkat tersebut.

Rumor tentang kehadiran iPad 3 ini memang banyak beredar, berbagi situs melaporkan berbagai macam tentang desain tablet. Seperti apakah iPad 3 akan lebih tipis, tebal atau memiliki ukuran yang sama dengan iPad 2.

Selain itu, beberapa rumor yang menemani kabar kehadiran ipad 3 ini antara lain, yakni Retina display, Near Field Communication (NFC), prosesor A6, slot kartu SD, port thunderbolt dan kamera yang lebih baik.

Rumor kemunculan iPad ini bukanlah pertama kalinya berhembus. Mengingat Apple meluncurkan iPad pada 27 Januari 2010, kemudian iPad 2 pada 3 Maret 2011, maka kemungkinan awal 2012 tampaknya waktu yang tepat untuk meluncurkan versi ketiga dari iPad yang fenomenal.

Jika kini iPad 3 diberitakan sudah mulai diproduksi, pada November tahun lalu juga berhembus kabar serupa. Bahkan saat itu dikabarkan, iPad 3 akan diluncurkan pada Maret 2012.

Sementara rumor berhembus kian kencang, sejauh ini Apple tetap tidak pernah menanggapi laporan yang beredar mengenai tablet terbarunya.
[Read More...]


Microsoft sukses ambil keuntungan dari android




Microsoft dan LG telah menandatangani kesepakatan lisensi paten mencakup tablet, ponsel pintar, dan perangkat lain yang diproduksi LG, yang berjalan di sistem operasi Android dan Chrome. Kerja sama ini mewajibkan LG untuk membayar atas digunakannya paten milik Microsoft di perangkat Android buatan LG.

"Kerja sama dengan LG menunjukkan bahwa 70 persen ponsel Android yang terjual di Amerika Serikat, saat ini berada di bawah lisensi Microsoft," jelas Horacio Gutierrez, Vice President Intellectual Property Group Microsoft. "Kami sangat bangga bisa melanjutkan kesuksesan program menyelesaikan masalah Intelectual Property terkait sistem operasi Android dan Chrome," tambahnya.

Sejak Microsoft mengumumkan program Lisensi Intelectual Property pada Desember 2003, tercatat 1.100 perjanjian lisensi telah dilakukan dan diumumkan.

Selain LG, sebelumnya Microsoft juga telah menandatangani kesepakatan dengan berbagai perusahaan termasuk HTC, Samsung, Suanta, Wistron, dan Copal Electronics. Hanya Motorola Mobility yang belum berhasil didekati Microsoft dan bahkan lisensinya lerlanjur diborong Google.

Meski rincian perjanjian tidak diumumkan, namun kerja sama ini membuat LG harus membayar royalti paten kepada Microsoft untuk gadget yang menggunakan sistem operasi Android dan Chrome.

Analis Goldman Sachs bahkan memprediksi bahwa Microsoft mendapatkan 444 juta dollar AS dari lisensi Android sepanjang tahun 2011. Total produsen yang telah melakukan kesepakatan dengan Microsoft hingga tahun ini adalah 11 perusahaan.

Di luar kerja sama Android, Microsoft telah menguasai paten Nokia untuk penggunaan ponsel pintar berbasis Windows Phone. Total paten yang telah dimiliki Microsoft untuk ponsel pintar berjumlah 78.555 paten, jauh di atas Google yang hanya memiliki 26.726 paten.

[Read More...]


Presiden eBay menjadi CEO yahoo




CALIFORNIA - Setelah beberapa bulan posisi CEO Yahoo ditinggal Carol Bratz akibat dipecat kosong, kini rakasa internet itu resmi mempunyai pemimpin baru. Dia adalah Scott Thompson, yang merupakan Presiden eBay, salah satu divisi PayPal.

Perusahaan Internet ini memang telah berjuang tanpa CEO permanen sejak awal September. Ini terjadi setelah Yahoo memecat Carol Bartz, karena dewan direksi kehilangan kesabaran dengan upaya dia untuk membalikkan keadaan Yahoo ke arah lebih baik selama 2 setengah tahun. Tim Morse, direktur keuangan Yahoo, menjadi CEO interim sejak penggulingan Bartz.

Thompson telah menjabat sebagai presiden dari PayPal, layanan pembayaran online eBay, sejak Januari 2008. Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden senior PayPal dan kepala kantor teknologi.

Dilansir melalui ABC News, Kamis (5/1/2012), Yahoo mengatakan pekerjaan baru Thompson dimulai pada 9 Januari. Sedangkan Morse akan kembali ke pos CFO-nya.

Chairman Yahoo Roy Bostock mengatakan track record Thompson cukup mempuni dalam menyalakan kembali inovasi dan mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih baik.

Ini akan menjadi tugas besar Thompsom. Mengingat Yahoo telah kehilangan market dalam pasar iklan internet berkembang pesat ke Google Inc dan Facebook Inc selama bertahun-tahun. Terutama untuk alasan ini, harga sahamnya tidak mencapai USD20 dalam tiga tahun terakhir.

Mengapa Yahoo Pilih Thompson Sebagai CEO Baru?

Yahoo baru saja memilih Scott Thompson sebagai CEO barunya, menggantikan Carol Bartz yang digulingkan pada September lalu. Thompson diharapkan membawa keahliannya ke perusahaan internet yang sedang berjuang itu dalam teknologi dan pengoperasian.

Dikutip dari News Yahoo, Kamis (5/1/20120), Thompson, yang merupakan kepala bisnis pembayaran online PayPal ini, ditunjuk sebagai CEO Yahoo dan akan mulai bekerja secara efektif pada Senin mendatang.

Berfokus pada teknologi dan pengoperasian daripada pemasaran atau media, Gil B. Luria, analis Wedbush, menilai Thompson merupakan 'orang yang membantu membangun waktu dibandingkan untuk memberitahu waktu itu sendiri'. Menurutnya, Thompson dengan usahanya telah mengubah PayPal menjadi sebuah perusahaan pembayaran besar dan tumbuh dengan cepat serta bisa diprediksi.

Yahoo sepertinya akan membutuhkan pertumbuhan yang serupa, untuk kembali muncul. Saat ini, perusahaan internet tersebut seperti telah kehilangan pijakannya dari Google dan Facebook dalam segi iklan internet sebagai pasar yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi harga saham Yahoo sudah lebih dari tiga tahun, tidak pernah diperdagangkan di atas USD20 dibandingkan dengan Google pada saat yang sama sahamnya naik 49 persen.

Pria 54 tahun ini, akan mencoba untuk menjadi pionir di internet, dimana orang lain telah gagal melakukannya. Dia percaya bahwa 'akarnya' yang tumbuh besar di South Shore, Boston akan membantunya siap untuk menghadapi tantangan di depan nanti. "Pola pikir Boston itu menarik," ujarnya bangga, dalam sebuah wawancara pada Rabu.

Kehadiran Thompson di Yahoo rupanya sangat menarik bagi sejumlah pihak, bahkan analis Baird Equity Research, Colin Sebastian mengatakan, "Jika Thompson berhasil di Yahoo, ia akan menjadi pahlawan di Silicon Valley, tapi kalau gagal maka hanya akan menjadi seperti eksekutif lain yang tidak berhasil."

Sebelum menjadi Presiden PayPal pada 2008, Thompson merupakan Chieff Technology Officer. Dia bergabung dengan PayPal setelah sebelumnya bekerja untuk Visa, yang memiliki tanggunga jawab mengembangkan dan menjaga sistem pembayaran global perusahaan.

Saat di PayPal, Thompson dinilai memiliki kualaitas kerja yang baik, hal itu disampaikan oleh Collin Gillis, analis BGC Partner. Walau diakui memiliki keahlian yang tidak diragukan lagi di PayPal, hal tersebut rupanya tidak berlaku untuk Yahoo. Menuruttnya, Thompson tidak memiliki media atau kemampuan restrukturisasi yang diharapkan ada pada seorang pemimpin Yahoo.

Maka untuk melihat bagaimana kemajuan Yahoo setelah dipimpin Thompson, sebaiknya harus menunggu beberapa waktu lagi. "Kita lihat saja nanti, dia pasti memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya sendiri," tandas Gilis.

[Read More...]


Asus Adakan Lomba Overclock untuk Non-Profesional




Asus Indonesia mengadakan lomba overclock "Indonesia Next Gen Overclocker". Acara ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori profesional dan umum (non profesional).

Kompetisi ini akan diadakan di enam propinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali. Kompetisi ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu kualifikasi secara online, dan lomba secara offline.

Saat ini, kompetisi "ASUS OC Event: Indonesia Next Gen Overclocker" ini telah dimulai untuk kategori umum (non profesional). Adapun untuk jadwal kualifikasi online dan lomba offline, serta lokasi lombanya sebagai berikut:

Kualifikasi online:

Jakarta: sampai dengan 16 Februari 2012Jawa Barat: sampai dengan 11 Februari 2012Jawa Timur: sampai dengan 14 Februari 2012Jawa Tengah: sampai dengan 23 Januari 2012Yogyakarta: sampai dengan 18 Januari 2012Bali: sampai dengan 9 Januari 2012

Final offline per regional:

Jakarta: 21 Februari 2012, Universitas Bina Nusantara, Kampus Anggrek, Jl. KH Syahdan No.9, Kemanggisan, Jakarta BaratJawa Barat: 14 February 2012, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Suria Sumantri 65, Bandung – 40164Jawa Timur: 17 Februari 2012, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236Jawa Tengah: 26 Januari 2012, Universitas Stikubank, Fakultas Teknologi Informasi, Ruang Seminar Lt.9, Jl. Tri Lomba Juang No.1Yogyakarta: TBA, UKDW Yogyakarta, Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 5-25Bali: 12 Januari 2012, STMIK STIKOM BALI, Jl. Raya Puputan Renon No.86 Denpasar

Untuk informasi lebih lengkapi mengenai acara, peraturan, dan tata cara lomba, bisa dilihat pada halaman Facebok Asus Component Indonesia

[Read More...]


Facebook Haram di Iran




TEHERAN - Ayatullah Iran menfatwakan bahwa layanan jejaring sosial Facebook itu tidak Islami dan menjadi anggota dari situs tersebut termasuk dosa besar.Pengumuman ini disampaikan oleh ulama senior yang biasa menjawan isu-isu sosial tertentu dan apakah isu tersebut kompatibel dengan norma-norma Islam.

"Pada dasarnya, pergi ke setiap situs web yang menyebar amoral dan bisa melemahkan keyakinan agama tidak Islami dan tidak diperbolehkan, dan keanggotaan dalam oleh karena itu haram (dosa)," tukas Ayatullah Lotfollah Safi-Golpaygani, yang dikutip Haaretz dari Kantor Berita ISNA, Selasa (10/1/2012).

"Hanya menggunakan situs menyebarkan kriteria agama dan tidak menyebabkan apapun terkait amoral etika adalah tidak ada masalah," tambahnya.

Menurut angka resmi yang dirilis Oktober lalu, 17 juta orang Iran memiliki akun Facebook, meskipun pembatasan dan penyaringan cukup ketat yang diberlakukan oleh pemerintah. Karena popularitas Facebook identik dengan generasi muda, pengamat percaya bahwa jumlah pengguna Facebook yang sebenarnya Iran bisa jauh lebih tinggi dari 17 juta.

Iran memiliki penduduk 70 juta, dimana dari 60 persen di bawah usia 30. Lebih dari 5 juta website yang dilaporkan diblokir di Iran, tapi Iran menggunakan perangkat lunak proxy dan VPN untuk mengaksesnya.

Apalagi para pejabat Iran, selama lebih dari tiga dekade, telah melancarkan apa yang mereka sebut "perang melawan invasi budaya Barat."

[Read More...]


Facebook Hacker Cup 2012




Facebook menantang para hacker dunia dalam perlombaan Hacker Cup tahunan kedua. Lomba online ini bisa diikuti semua orang di dunia, termasuk di Indonesia. Facebook sudah membuka pendaftaran lomba hacker sedunia ini mulai Rabu 4 Januari 2012.

Babak kualifikasi para jagoan program komputer dunia akan dimulai pada 20 Januari 2012 dan berakhir pada 23 Januari 2012. Setiap peserta akan mendapat tiga soal yang harus diselesaikan dalam rentang waktu 72 jam. Nah peserta yang menyelesaikan minimal satu soal akan lolos ke babak Online I.

Babak I ini akan berlangsung 28 Januari dengan rentang waktu 24 jam. Sama seperti babak kualifikasi, peserta mesti memecahkan minimal satu soal sehingga bisa berlanjut ke babak berikutnya. Pada babak ini Facebook hanya menjaring 500 peserta terbaik berdasarkan jawaban yang benar serta kecepatan.

Memasuki babak II, peserta hanya mendapat jatah waktu tiga jam memecahkan soal. Babak ini berlangsung pada 4 Februari 2012. Sebanyak 100 Peserta terbaik akan mendapat hadiah t-shirt resmi Hacker Cup. Pengumuman peserta yang lolos ke babak ketiga dikirimkan melalui surat elektronik.

Babak final online akan berlangsung pada 11 Februari 2011. Sebanyak 100 peserta harus memecahkan soal selama tiga jam. Babak Online III itu akan memilih 25 hacker di seluruh dunia.

Facebook akan menerbangkan 25 hacker terbaik itu ke markas barunya di Menlo Park, California, untuk mengikuti babak final pada 17 Maret 2012. Pemenang akan mendapat hadiah US$ 5.000 dan gelar hacker top dunia. Peringkat kedua akan mendapat US$ 2.000, ketiga US$ 1.000, dan sisanya masing-masing US$ 100.

Tahun lalu sekitar 12 ribu programmer turut serta dalam Hacker Cup pertama. Pegawai Google asal Rusia, Petr Mitrichev, menjadi pemenang lomba yang digelar Facebook ini. Mitrichev juga pernah menjadi juara kontes Code Jam 2006 yang digelar Google. Kontes ini menantang programmer dunia memecahkan puzzle algoritma.

Dalam blog resminya Facebook mengatakan hacking merupakan kultur dalam perusahaannya. Facebook dibesarkan melalui hacking. Mereka membuat Hackathon, laman di Facebook yang berisi pekerja sendiri serta orang lain untuk menyuarakan ide dan mencari bolong-bolong perusahaan. "Kami selalu melakukan kegiatan hakcing untuk menyelesaikan persoalan."

[Read More...]


FBI warning about "GAMEOVER" Trojan for banking




Cyber criminals have found yet another way to steal your hard-earned money: a recent phishing scheme involves spam e-mails—purportedly from the National Automated Clearing House Association (NACHA), the Federal Reserve Bank, or the Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC)—that can infect recipients’ computers with malware and allow access to their bank accounts.

The malware is appropriately called “Gameover” because once it’s on your computer, it can steal usernames and passwords and defeat common methods of user authentication employed by financial institutions. And once the crooks get into your bank account, it’s definitely “game over.”

Gameover is a newer variant of the Zeus malware, which was created several years ago and specifically targeted banking information.

How the scheme works: Typically, you receive an unsolicited e-mail from NACHA, the Federal Reserve, or the FDIC telling you that there’s a problem with your bank account or a recent ACH transaction. (ACH stands for Automated Clearing House, a network for a wide variety of financial transactions in the U.S.) The sender has included a link in the e-mail for you that will supposedly help you resolve whatever the issue is. Unfortunately, the link goes to a phony website, and once you’re there, you inadvertently download the Gameover malware, which promptly infects your computer and steals your banking information.

After the perpetrators access your account, they conduct what’s called a distributed denial of service, or DDoS, attack using a botnet, which involves multiple computers flooding the financial institution’s server with traffic in an effort to deny legitimate users access to the site—probably in an attempt to deflect attention from what the bad guys are doing.

But that’s not the end of the scheme: Recent investigations have shown that some of the funds stolen from bank accounts go towards the purchase of precious stones and expensive watches from high-end jewelry stores. The criminals contact these jewelry stores, tell them what they’d like to buy, and promise they will wire the money the next day. So the next day, a person involved in the money laundering aspect of the crime—called a “money mule”—comes into the store to pick up the merchandise. After verifying that the money is in the store’s account, the jewelry is turned over to the mule, who then gives the items to the organizers of the scheme or converts them for cash and uses money transfer services to launder the funds.

In many cases, these money mules are willing participants in the criminal scheme. But increasingly, as part of this scheme, we see an increasing number of unsuspecting mules hired via “work at home” advertisements who end up laundering some of the funds stolen from bank accounts. The criminals e-mail prospective candidates claiming to have seen their resumes on job websites and offer them a job. The hired employees are provided long and seemingly legitimate work contracts and actual websites to log into. They’re instructed to either open a bank account or use their own bank account in order to receive funds via wire and ACH transactions from numerous banks…and then use money remitting services to send the money overseas.
[Read More...]


Hackers launching own satellites in orbit to beat Censorship




Computer hackers plan to take the internet beyond the reach of censors by putting their own communication satellites into orbit.

The scheme was outlined at the Chaos Communication Congress in Berlin.

The project's organisers said the Hackerspace Global Grid will also involve developing a grid of ground stations to track and communicate with the satellites.

Longer term they hope to help put an amateur astronaut on the moon.

Hobbyists have already put a few small satellites into orbit - usually only for brief periods of time - but tracking the devices has proved difficult for low-budget projects.

The hacker activist Nick Farr first put out calls for people to contribute to the project in August. He said that the increasing threat of internet censorship had motivated the project.

"The first goal is an uncensorable internet in space. Let's take the internet out of the control of terrestrial entities," Mr Farr said.

Beyond balloons

He cited the proposed Stop Online Piracy Act (Sopa) in the United States as an example of the kind of threat facing online freedom. If passed, the act would allow for some sites to be blocked on copyright grounds.

Whereas past space missions have almost all been the preserve of national agencies and large companies, amateur enthusiasts have in recent years sent a few payloads into orbit.

These devices have mostly been sent up using balloons and are tricky to pinpoint precisely from the ground.

According to Armin Bauer, a 26-year-old enthusiast from Stuttgart who is working on the Hackerspace Global Grid, this is largely due to lack of funding.

"Professionals can track satellites from ground stations, but usually they don't have to because, if you pay a large sum [to send the satellite up on a rocket], they put it in an exact place," Mr Bauer said.

In the long run, a wider hacker aerospace project aims to put an amateur astronaut onto the moon within the next 23 years.

"It is very ambitious so we said let's try something smaller first," Mr Bauer added.

Ground network

The Berlin conference was the latest meeting held by the Chaos Computer Club, a decades-old German hacker group that has proven influential not only for those interested in exploiting or improving computer security, but also for people who enjoy tinkering with hardware and software.

When Mr Farr called for contributions to Hackerspace, Mr Bauer and others decided to concentrate on the communications infrastructure aspect of the scheme.

Mr Bauer says the satellites could help provide communications to help put an amateur into space

He and his teammates are working on their part of the project together with Constellation, an existing German aerospace research initiative that mostly consists of interlinked student projects.

In the open-source spirit of Hackerspace, Mr Bauer and some friends came up with the idea of a distributed network of low-cost ground stations that can be bought or built by individuals.

Used together in a global network, these stations would be able to pinpoint satellites at any given time, while also making it easier and more reliable for fast-moving satellites to send data back to earth.

"It's kind of a reverse GPS," Mr Bauer said.

"GPS uses satellites to calculate where we are, and this tells us where the satellites are. We would use GPS co-ordinates but also improve on them by using fixed sites in precisely-known locations."

Mr Bauer said the team would have three prototype ground stations in place in the first half of 2012, and hoped to give away some working models at the next Chaos Communication Congress in a year's time.

They would also sell the devices on a non-profit basis.

"We're aiming for 100 euros (£84) per ground station. That is the amount people tell us they would be willing to spend," Mr Bauer added.

Complications

Experts say the satellite project is feasible, but could be restricted by technical limitations.

"Low earth orbit satellites such as have been launched by amateurs so far, do not stay in a single place but rather orbit, typically every 90 minutes," said Prof Alan Woodward from the computing department at the University of Surrey.

"That's not to say they can't be used for communications but obviously only for the relatively brief periods that they are in your view. It's difficult to see how such satellites could be used as a viable communications grid other than in bursts, even if there were a significant number in your constellation."

This problem could be avoided if the hackers managed to put their satellites into geostationary orbits above the equator. This would allow them to match the earth's movement and appear to be motionless when viewed from the ground. However, this would pose a different problem.

"It means that they are so far from earth that there is an appreciable delay on any signal, which can interfere with certain Internet applications," Prof Woodward said.

"There is also an interesting legal dimension in that outer space is not governed by the countries over which it floats. So, theoretically it could be a place for illegal communication to thrive. However, the corollary is that any country could take the law into their own hands and disable the satellites."

Need for knowledge

Apart from the ground station scheme, other aspects of the Hackerspace project that are being worked on include the development of new electronics that can survive in space, and the launch vehicles that can get them there in the first place.

According to Mr Farr, the "only motive" of the Hackerspace Global Grid is knowledge.

He said many participants are frustrated that no person has been sent past low Earth orbit since the Apollo 17 mission in 1972.

"This [hacker] community can put humanity back in space in a meaningful way," Farr said.

"The goal is to get back to where we were in the 1970s. Hackers find it offensive that we've had the technology since before many of us were born and we haven't gone back."

Asked whether some might see negative security implications in the idea of establishing a hacker presence in space, Farr said the only downside would be that "people might not be able to censor your internet".

"Hackers are about open information," Farr added. "We believe communication is a human right."
[Read More...]


Anonymous to Destroy Illuminati in 2012




Not long ago, infamous hacktivist collective Anonymous came forward revealing their plans to go after members of the secret society Illuminati, calling George Bush, Barack Obama, Charles Schumer, Curtis James Jackson III and others their puppets.

“Illuminati will take 75% of all social networks. Youtube is already done. We have managed to leak audio recordings and few video formats,” they said at the time.

Since the first warning, in which they asked the organization to stop their practices, was ignored, on December 17 they released a new video, declaring war on Illuminati in the year 2012 and threatening to reveal valuable information on “13 bloodlines”.

“They use manipulation to keep every resource in order with their mission. Now, it is our move. You think that you are in control, but we’ll show you what is true power, true power of people and freedom. You control resources, but you don’t control people,” says a guy wearing a Fawkes mask in the latest video.
[Read More...]


WikiLeaks wins Aussie Journalism Awards Australia




The whistle-blowing website, WikiLeaks, has been honoured at Australia's premier journalism awards for releasing of "an avalanche of inconvenient truths in a global publishing coup" which has had "an undeniable impact". The Walkley Awards are the Australian equivalent of the Pulitzers: that nation’s most prestigious award for excellence in journalism. Last night, the Walkley Foundation awarded its highest distinction — for “Most Outstanding Contribution to Journalism” to WikiLeaks, whose leader, Julian Assange, is an Australian citizen.

“WikiLeaks applied new technology to penetrate the inner workings of government to reveal an avalanche of inconvenient truths in a global publishing coup,” the Walkley trustees said in bestowing the award Sunday evening. “Its revelations, from the way the war on terror was being waged, to diplomatic bastardry, high-level horse-trading and the interference in the domestic affairs of nations, have had an undeniable impact.”

What makes this award so notable is that the United States for exactly the same reasons the Foundation cited in honoring WikiLeaks’ journalism achievements has spent the last year trying to criminalize and destroy the group, with some success. Showing the true colors of America’s political class, U.S. politicians like Dianne Feinstein plotted to prosecute WikiLeaks for its journalism and Joe Lieberman thuggishly demanded that private corporations cut off all funds to the group (most of which complied), while others, like Newt Gingrich and Sarah Palin, branded them Enemy Combatants and called for them to be treated like Terrorists. Meanwhile, the Obama administration while parading around the world as defenders of Internet freedom and a free press harassed its supporters with laptop seizures at airports and Twitter subpoenas. Recall that the Pentagon, all the way back in a top secret 2008 report, declared WikiLeaks which also received the 2009 award from Amnesty International for excellence in New Media an enemy of the state and plotted how to destroy it.

Assange has spent much of the last year under virtual house arrest in Britain since he was detained in December 2010 over claims of rape and sexual assault made by two women in Sweden. He has strongly denied the allegations against him, claiming they are politically motivated and linked to the activities of WikiLeaks. The former computer hacker is currently appealing a decision against his extradition to Sweden to face the charges.

Source : http://thehackernews.com/2011/11/wikileaks-wins-aussie-journalism-awards.html
[Read More...]


New Facebook Worm installing Zeus Bot in your Computer




Recently We Expose about 25 Facebook phishing websites and also write about biggest Facebook phishing in French which steal more then 5000 usernames and passwords. Today another new attack on Facebook users with Zeus Bot comes in action. The researchers of Danish security firm CSIS, has spotted a worm spreading within the Facebook platform. A new worm has popped up on Facebook, using apparently stolen user credentials to log in to victims' accounts and then send out malicious links to their friends. The worm also downloads and installs a variety of malware on users' machines, including a variant of the Zeus bot.

If followed, the link takes the potential victim to a page where he or she are offered what appears to be a screensaver for download. Unfortunately, it is not a JPG file, but an executable (b.exe). Once run, it drops a cocktail of malicious files onto the system, including ZeuS, a popular Trojan spyware capable of stealing user information from infected systems. The worm is also found to have anti-VM capabilities, making it useless to execute and test in a virtual environment, such as Oracle VM VirtualBox and VMWare.

Zeus is a common tool in the arsenal of many attackers these days, and is used in a wide variety of attacks and campaigns now. It used to be somewhat less common, but the appearance of cracked versions of the Zeus code has made it somewhat easier for lower-level attackers to get their hands on the malware. Zeus has a range of capabilities, and specializes in stealing sensitive user data such as banking credendtials, from infected machines.

"The worm carries a cocktail of malware onto your machine, including a Zbot/ZeuS variant which is a serious threat and stealing sensitive information from the infected machine," warn the researchers.The worm is hosted on a variety of domains, so the link in the malicious message may vary. Other servers are used to collect the data sent by the aforementioned malware and to serve additional malicious software.

This type of thing is very rare to just send to your email without you requesting it so I would advise anyone who thinks that you may have seen an email like this to delete it and mark it as spam right away.

Source : http://thehackernews.com/2011/11/new-facebook-worm-installing-zeus-bot.html
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2012 | Powered by Sibukalipun